Selasa, 12 November 2013

Di Balik Makna Asyhaduan Laa Ilaha Illallah Wa Asyhaduanna Muhammadur Rosulullah


       

       Berapa kali dalam sehari kita berikrar Laa ilaha illallah Muhammadur Rosulullah? Minimal 9 kali pada setiap tahhiyat sholat wajib kita. Akan berlebih ketika kita melakukan sholat sunnahnya. Lalu apa kita sudah memahami makna dari apa yang kita ucapkan?
         Dalam sebuah riwayat Rosulullah pernah mengumpulkan keluarganya dari Bani Hasyim. Ketika semua telah berkumpul maka Rosulullah menanyakan " Maukah Kalian Aku tunjukan satu kalimat yang dengannya kalian bisa menguasai Jazirah Arab?" Kemudian Abu Jahal dengan lantang menjawab, "Jangankan satu, seratus pun aku mau." Lalu Rosulullah mengatakan, " Ucapkanlah  Laa ilaha illallah Muhammadur Rosulullah."
      Apa yang disampaikan Rosulullah tentu benar adanya. Kita tidak akan mengingkari karena beliaulah orang paling jujur hingga memperoleh gelaran Al Amiin dari kalangan kaum Qurays.  Namun kenapa sampai sekarang umat islam sudah berjumlah milyaran tapi Islam belum menguasai dunia. Bahkan jazirah Arabpun belum dikuasai apalagi dunia??
     Ada makna-makna di balik kalimat tauhid ini yang belum kita fahami. Kita hanya sebatas mengucapkannya melalui lisan kita tapi kita tidak mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. 

Laa Ilaha Illallah,
         Kalimat ini diawali dengan kata Laa yang merupakan peniadaan. Kalimat larangan yang diawali dengan peniadaan maka menunjukkan bahwa larangan ini bukanlah larangan biasa. Larangan yang benar-benar ditekankan untuk tidak menyembah selain kepada Allah. Ini pulalah yang kemudian ditegaskanNya dalam Quran Surat An Nisa : 48

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

         Peringatan inilah yang harus kita waspadai. Kesyirikan yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Baik kesyirikan Uluhiyah maupun kesyirikan Asma' wa Sifat. Seseorang yang telah berikrar atau bersumpah bahwa tidak ada Ilah kecuali Allah memiliki konsekuensi yang besar atas apa yang dia ucapkan. Dia tidak boleh menjadikan Ilah-Ilah yang lain sebagai sesembahannya, baik itu hartanya, suami/istrinya, anaknya, jabatannya, pangkatnya/kedudukannya, ataupun kecintaan lainnya. Tidak ada yang boleh menyamai kedudukan Allah dalam hal menuhankannya.
         Kalau pun kita setiap hari sudah bersyahadat tapi kecintaan kita pada dunia (wanita, harta, tahta dan anak-anak) masih lebih besar dari kecintaan kita padaNya maka tentu ada yang harus kita introspeksi.
         Sejatinya semua yang Allah berikan hanyalah sarana kita untuk menghamba padanya. Semua hanya titipan dari Allah. Jadi layakkah barang titipan itu lebih kita cintai dari pemiliknya? Tentu tidak. Orang-orang yang bisa memahami makna ini tentu tidak akan susah hidupnya. Karena hanya kepadaNya ia bergantung. Apapun yang terjadi pada dirinya tentu semua ketentuan Allah dan hanya kepadaNya semua urusan dikembalikan.

Asyhaduanna  Muhammadur Rosulullah
         "Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah". Jadi selain bersaksi bahwa tiada Ilah kecuali Allah maka kita juga bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah. So.. ini merupakan ungkapan janji kita bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah. Lagi-lagi ini juga bukan sekedar janji belaka, tapi disini pun mengandung konsekuensi sebagaimana Laa ilaha illallah tadi menuntut konsekuensi maka demikian pula dengan kesaksian yang ke dua. Kalimat ini memberikan kosekuensi agar kita mengikuti apa yang diajarkan Rosulullah SAW, baik apa yang beliau katakan, lakukan maupun yang beliau iyakan atau beliau tidak iyakan. Wah kok bahasanya rumit ya..
       Contoh mudahnya begini, misalnya berdusta, ini tidak ada dalam tuntunan beliau kecuali berbohong yang dianjurkan untuk kebaikan, jadi kalau sudah bersyahadat mestinya kita bisa menjaga diri dari kata-kata dusta. Contoh lainnya misalnya berzina, selain Allah memang memerintahkan untuk menjauhinya di  Qur’an surat Al Isra’ ayat 32 : “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji. Dan suatu jalan yang buruk.”, maka Rosulullah pembawa risalahpun sangat mewanti-wanti kita untuk menjauhinya. Mendekat saja tidak boleh apalagi melakukannya. Nah itu dua contoh simpelnya yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan kita sebagai konsekuensi dari syahadat kita kepada Allah. Jadi Rosulullah mestinya menjadi qudwah alias teladan dalam menjalani hidup.

Arti Penting Kalimat Syahadat

1. Pintu Masuk Ke Dalam Islam
Ibarat bangunan, maka untuk masuk dalam bangunan Islam haruslah melalui pintu yaitu syahadat. Tanpa mengucapkan syahadatain maka amal yang dikerjakan seseorang itu bagaikan debu yang beterbangan.atau fatamorgana yang terlihat tapi tidak ada. Kesempurnaan iman seseorang bergantung kepada pemahaman dan pengamalan syahaadatain. Syahaadatain menjadi pembeda manusia kepada muslim dan kafir.
Secara fitrahnya manusia adalah Islam. Mereka telah bersyahadat dalam masa penciptaan. Hal ini diterangkan dalam QS. 7:172. ketika masih di alam arwah sesungguhnya setiap kita telah diambil janji oleh Allah "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan) ". Manusia telah bersyahadah Rubbubiyah di alam arwah, tetapi ini saja belum cukup, untuk menjadi muslim mereka harus bersyahadah Uluhiyah dan syahaadah Risalah di dunia. Manusia bersyahadah di alam arwah sehingga fitrah manusia mengakui keesaan Allah SWT. Ini perlu disempurnakan di dunia dengan membaca syahaadatain sesuai ajaran Islam.


2. Intisari ajaran Islam.
QS. 51:56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.
Yang menjadi inti dari ajaran Islam sesungguhnya adalah kalimat Tauhid, pengesaan terhadapAllah. 
Inilah yang terkandung dalam Kalimat Syahadat. Bahwa Allah haruslah menjadi satu-satunya Ilah yang berhak disembah, tidak ada selainNya. Ajaran ini menjadi inti dari setiap risalah yang dibawa oleh setiap nabi dari Adam sampai Muhammad SAW.

3. Dasar-dasar perubahan menyeluruh. 
Seseorang yang telah berikrar Laa ilaha illallah maka menjadi tonggak 

4. Hakikat dakwah para rasul.
Tidak ada satu nabipun yang tidak mengajarkan pada umatnya untuk menyeru kepada selain Allah, 
tidak Ibrahim, Musa, Sulaiman, pun juga Isa. Semua nabi menyeru agar kita hanya menyembah
kepada Allah saja. 

5. Keutamaan yang besar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manusia Adalah Kumpulan Hari-Hari

Manusia Adalah Kumpulan Hari-hari Seringkali kita merasakan waktu demikian cepat berlalu. Baru  kemarin hari Jum'at ternyata sudah berte...