Selasa, 17 Januari 2012

Pentingnya Kebersamaan Ibu dan Anak

kakak, ibu dan adek
"Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak disayangi. Jika Orang Tua gagal mengungkapkan rasa sayang kepada anaknya, mereka tidak akan mampu mencintai orang orang tua.." (Nabi Muhammad saw)


Kadang, kita sebagai orang tua tidak sadar bahwa kebersamaan antara ibu dan anak adalah hal prinsip dan tidak boleh diabaikan. Ketika seorang ibu sudah asyik meniti karir, kadang melalaikan tugas pokoknya untuk mendidik anaknya.
Kadang kita tidak menyadari, tiba-tiba saja anak kita sudah dewasa. Kemudian kita mulai berandai-andai jika saja dulu bisa meluangkan lebih banyak waktu bersama anak-anak. Mungkin kita akan menyesal, jika kesuksesan kita di karir harus dibayar mahal dengan menghilangkan banyak waktu kebersamaan ibu dan anak.

Hubungan emosional yang terjalin antara ibu dan anak bisa saja berkurang. Tidak hanya itu saja, kadang minimnya kebersamaan tersebut masih harus dibayar mahal dengan terjerumusnya anak ke hal-hal negatif, seperti narkoba atau tindakan kriminal lain.

Betapa sakit perasaan kita sebagai seorang ibu. Atau, bahkan ketika anak sukses dan berprestasi, kita tidak sepenuhnya merasa bahagia karena tidak merasa memiliki andil dalam hal ini.

Berikut ini adalah beberapa hal untuk menyadarkan kita pentingnya kebersamaan antara ibu dan anak.

1. Menangis
Menangis adalah satu cara yang digunakan oleh bayi untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bayi akan menangis ketika lapar, haus, BAK dan BAB ataupun merasa sakit.
Sering juga bayi menangis karena ingin dekat dengan ibunya, tatkala ibunya sudah mendekat, dia pun terdiam. Ini adalah cara bayi untuk merasa nyaman bersama ibunya. Betapa tangisan adalah obat ampuh untuk mendekatkan hubungan ibu dan anak.
2. Menyusui bayi secara langsung
Bagaimanapun kesibukan seorang ibu, hendaknya dia tidak melupakan dan melalaikan untuk menyusui anaknya secara langsung, bukan melalui botol.  Dari sisi kesehatan, banyak keistimewaan menyusui secara langsung dibanding dengan botol.
Secara psikologis, menyusui secara langsung akan membuahkan keterkaitan antara ibu dan anak. Anak akan merasa nyaman dan bahagia ketika dia bisa memandang wajah ibunya dan menyusu dari tubuhnya terutama di bulan-bulan awal.
3. Menggendong anak
Cara ini akan membuat ikatan khusus antara ibu dan anak secara batiniah. Karena anak akan merasa lebih dekat dengan tubuh orang tuanya. Berbeda apabila anak diletakkan dalam kereta dorong, meskipun dia masih bisa memandang wajah orang tuanya.
4. Bermain bersama anak
Riset membuktikan bahwa anak-anak sudah bisa mendengar dan melihat sejak hari pertama. Bayi akan merasa senang melihat wajah orang, apalagi sedang menyuarakan sesuatu yang indah.
Itulah sebabnya kita mengetahui, anak dapat mencium aroma ibunya tatkala berada di dekatnya. Maka bermainlah bersama anak anda. Posisikan diri Anda sebagai anak, untuk memahami indahnya kebersamaan ibu dan anak yang sedang berlangsung.
Hidup memang pilihan. Namun, apakah dengan melakukan pilihan, Anda harus mengorbankan sesuatu yang berharga, apalagi hal itu adalah waktu kebersamaan ibu dan anak? Anda tentu lebih tahu jawabannya...
 adobt from : link aktif menuju www.AnneAhira.com

Mustahil Kita Hidup Tanpa Istighfar

Tiga Orang Mengadu pada Hasan Al Basri

Suatu hari ada seseorang datang kepada Hasan Al Basri. Lelaki itu mengadukan kepadanya tentang musim kemarau yang panjang serta hari-hari yang kering dan gersang. Maka Hasan Al Basri berkata kepadanya, "Beristighfarlah"

Tak lama kemudian datang lagi orang lain yang mengeluhkan soal kesulitan hidup dan kemiskinan. Maka Hasan Al Basri menasehati orang itu, " Beristighfarlah."

Beberapa saat kemudian datang lagi seseorang. Kali ini orang itu mengadukan soal sulitnya keturunan ia dapatkan. Hasan AL Basri kembali mensehati orang itu, " Beristighfarlah."

Orang yang menyaksikan tentulah heran dengan jawaban Hasan Al Basri. Ketiga masalah yang berbeda hanya di jawab dengan satu jawaban, " Beristighfarlah"

Maka Hasan Al Basri mengobati keheranan mereka dengan ajaran keimanan dengan tuntunan Al Qur'an dan petunjuk kenabian. " Lihatlah apa yang difirmankan Allah, kemudian beliau membacakan ayat yang artinya : "Maka katakan kepada mereka, 'Beristighfarlah' (mohon ampunlah kepada Rabbmu), sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai." (QS. Nuh:10-12)


Karenanya kunci dari kekeringan hidup ini adalah Istighfar. Inilah sebab-sebab yang menjadikan kita mustahil hidup tanpa Istighfar :

  1. Karena Allah SWT sayang dan cinta kepada kita. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra : " Sesungguhnya Allah lebih suka menerima taubat seorang hamba-Nya melebihi kesenangan seorang yang menemukan kembali tiba-tiba untanya yang telah hilang daripadanya di tengah hutan." (HR.Bukhari-Muslim)
  2. Karena dosa kita yang selalu bertambah.
  3. Karena dosa yang tidak kita rasakan lebih banyak dari yang kita rasakan.
  4. Karena jiwa kita menjadi lelah terbebani dosa.    Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan " Salah satu sebab paling besar dari kesempitan hati adalah menjauh dari Allah dan lalai dari berdzikir kepada Allah."
  5. Karena kita dililit banyak masalah dalam hidup ini.
  6. Karena kita banyak banyak kebutuhan dan kita pasti faqir kepada Allah SWT.
Sebuah kisah menakjubkan terjadi pada zaman Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah. Suatu malam Imam Ahmad ingin bermalam di suatu masjid namun penjaga masjid melarangnya. Bahkan mendorongnya keluar dari masjid dengan kasarnya. Saat itu seorang pembuat roti menlihat peristiwa itu dan tak terbersit dalam pikirannya kalo lelaki yang didorong keluar masjid itu adalah Imam Ahmad. Hanya naluri kepeduliannya yang membuat ia mempersilahkan Imam Ahmad bermalam di rumahnya.
Malam itu rangkaian peristiwa menggetarkan hati sang Imam. Sepanjang malam sepanjang si pembuat roti itu membuat adonan roti tak henti-hentinya dia beristighfar. Esoknya Imam ahmad bertanya, "Apakah engkau dapatkan manfaat dari istighfarmu?" Si pembuat roti menjawab : " Ya, hampir semua doa saya dikabulkan oleh Allah kecuali satu saja yang belum terkabu." " Apa itu?" tanya Imam Ahmad.
Tahukah kita doa yang belum terkabul itu?.. Sang pembuat roti mengatakan, " Aku ingin sekali bertemu dengan Imam Ahmad bin Hambal.." Sang Imam pun terkejut dan mengatakan, " Akulah Imam Ahmad bin Hambal. Demi Allah, aku sungguh didorong-dorong (oleh penjaga masjid) untuk bertemu denganmu..."

Adakah kita punya keinginan untuk disampaikan kepada Allah? Sesungguhnya Istighfarlah kuncinya.


adobt : dirosat tarbawi 159/2007

Manusia Adalah Kumpulan Hari-Hari

Manusia Adalah Kumpulan Hari-hari Seringkali kita merasakan waktu demikian cepat berlalu. Baru  kemarin hari Jum'at ternyata sudah berte...